- Win (menang): Orang bermentalitas menang tidak harus menginginkan orang lain kalah. Yang penting adalah mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Orang bermentalitas menang menjadi egois dan akan mencapai tujuannya sendiri. Jika hal ini menjadi pola hidupnya maka ia akan tidak bisa akrab dengan orang lain, merasa kesepian, dan sulit kerja sama dalam tim.
Showing posts with label soft skill. Show all posts
Showing posts with label soft skill. Show all posts
Thursday, August 11, 2011
win win solution
Masih sama alias satu tema dengan postingan sebelumnya yang berjudul berpikir menang-menang, ini lanjutannya:
Label:
education,
leisure,
nilai hidup,
seven habits,
soft skill
Tuesday, August 9, 2011
berpikir menang-menang
Berpikir menang-menang merupakan sikap hidup, suatu kerangka berpikir yang menyatakan:"Saya dapat menang, demikian juga Anda, kita dapat menang." Berpikir menang-menang merupakan dasar untuk hidup berdampingan dengan orang lain. Berpikir menang-menang dimulai dengan kepercayaan bahwa kita adalah setara, tidak ada yang di bawah ataupun di atas orang lain. Hidup bukanlah kompetisi. Mungkin kita memang menjumpai bahwa dunia bisnis, sekolah, keluarga, olah raga adalah dunia yang penuh kompetisi, tetapi sebenarnya kita sendirilah yang menciptakan dunia kompetisi.
Label:
education,
leisure,
nilai hidup,
seven habits,
soft skill
Wednesday, June 29, 2011
rencana
Malam-malam gini sambil ngantuk-ngantuk ngliatin status facebook dan twitter beberapa teman saya jadi terpikir untuk menulis sebenarnya seberapa penting "rencana" itu. Banyak yang bilang hidup itu mengalir saja.
Friday, June 17, 2011
lanjutan tentang paradigma
Kembali lagi ke paradigma. Paradigma ini sulit diubah karena menyerupai tumpukan material yang cukup banyak, panjang dan lama yang telah menjadi suatu keyakinan yang menentukan bagaimana Anda bersikap. Pembahasan tentang paradigma masih cukup panjang, tapi akan saya coba selesaikan di sini. Mengubah paradigma sama saja dengan mengubah sistem kepercayaan. Ini menjadi sulit karena ada beberapa faktor antara lain:
- Merasa tidak punya masalah
- Mau berubah, tetapi tidak tahu caranya
paradigma
Beberapa waktu yang lalu saya bergabung dengan sebuah tim untuk ikut mendampingi pelatihan kepemimpinan tingkat menengah. Saya diminta menyampaikan materi tentang "paradigma". Materi yang saya sampaikan saya peroleh dari student affair saya sewaktu kuliah, Budi Prasojo. Dari beberapa definisi paradigma kita bisa menyimpulkan bahwa paradigma adalah kepercayaan (belief) atau sekumpulan kepercayaan (set of beliefs) atau cara berpikir yang mempengaruhi perilaku (behavior) dan sikap (attitude) seseorang, yang akhirnya akan menentukan level keberhasilan hidupnya.
Subscribe to:
Comments (Atom)

