Saturday, June 18, 2011

lagi, lanjutan tentang paradigma

Nih saya lanjutkan sisa dari pembahasan tentang paradigma. Belief system terbentuk dari keluarga, masyarakat, agama, lingkungan pergaulan, media massa dan berbagai pengalaman hidup. Terbentuknya kepercayaan ini senantiasa melalui persetujuan pribadi, baik itu sadar atau pun bawah sadar. Contoh bawah sadar misalnya ditemukan dalam penelitian bahwa janin berumur 5 bulan sudah bisa merekam apa yang dirasakan. Ini dinamai imprint.

Friday, June 17, 2011

lanjutan tentang paradigma

Kembali lagi ke paradigma. Paradigma ini sulit diubah karena menyerupai tumpukan material yang cukup banyak, panjang dan lama yang telah menjadi suatu keyakinan yang menentukan bagaimana Anda bersikap. Pembahasan tentang paradigma masih cukup panjang, tapi akan saya coba selesaikan di sini. Mengubah paradigma sama saja dengan mengubah sistem kepercayaan. Ini menjadi sulit karena ada beberapa faktor antara lain:

  • Merasa tidak punya masalah
  • Mau berubah, tetapi tidak tahu caranya

paradigma

Beberapa waktu yang lalu saya bergabung dengan sebuah tim untuk ikut mendampingi pelatihan kepemimpinan tingkat menengah. Saya diminta menyampaikan materi tentang "paradigma". Materi yang saya sampaikan saya peroleh dari student affair saya sewaktu kuliah, Budi Prasojo. Dari beberapa definisi paradigma kita bisa menyimpulkan bahwa paradigma adalah kepercayaan (belief) atau sekumpulan kepercayaan (set of beliefs) atau cara berpikir yang mempengaruhi perilaku (behavior) dan sikap (attitude) seseorang, yang akhirnya akan menentukan level keberhasilan hidupnya.

Wednesday, June 15, 2011

luka batin

Luka batin, kata yang saya dapat hari ini dari mailing list angkatan kuliah saya. Sama seperti lupa, saya rasa tiap orang memiliki luka batin. Ukuran seseorang bisa terluka memang beragam, bergantung pada paradigma orang itu. Kadang diberitahu secara halus saja seseorang bisa terluka. Ngomong-ngomong tentang luka batin, orang tidak dapat dikatakan berhasil meraih apa yang ia inginkan ketika telah mencapai keinginannya itu masih menyimpan luka, atau bahkan ia mencapai tujuannya dengan luka batin sebagai motivasinya (ada loh orang seperti ini).

come back...

Kira-kira empat tahun yang lalu saya membuat blog ini, hampir terlupakan. Hari ini iseng-iseng buka akun google, eh ternyata ada blog ini. Pengennya prinpujianto.blogspot.com sih, tapi malah lupa dulu daftar pake email apa. Yaaa.... come back. Sesuai judul posting saya kali ini saya kembali dan mencoba untuk dapat membuat posting secara rutin. Dulu ketika membuat blog ini saya masih menjadi siswa, sekarang saya pengajar berharap postingan2 saya nantinya bermanfaat untuk proses pembelajaran.